Jumat, 29 Mei 2015

Absurditas Korea Utara



Judul: Jejak Mata Pyongyang
Penulis: Seno Gumira Adjidarma
Penerbit: Mizan Media Utama, 2015
Harga: Rp. 89.000

Buku ini merupakan catatan perjalanan Seno Gumira Adjidarma selama menjadi juri Festival Film Pyongyang ke-8 pada tahun 2002. Meskipun begitu, tak banyak catatan mengenai film yang ikut dalam festival tersebut. Apa yang Seno sampaikan dalam buku ini adalah kesan-kesan atau pun pengalaman dirinnya ketika berada di negeri komunis itu.

Sebut saja pengalaman ketika ia ditempatkan di hotel  yang berada jauh dari keramaian kota. Hotel yang hanya memiliki sedikit tamu itu berada di sebuah delta. Di delta itu Seno hanya melihat orang-orang yang tengah memancing, lain tidak. Belakangan Seno yakin, bahwa orang-orang yang tengah memancing itu adalah orang-orang yang bertugas untuk mengintai apa yang dilakukan Seno setiap kali berada di luar hotel.

Selain itu Seno juga mengisahkan bagaimana sikap orang Korea Utara ketika berhadapan dengan orang asing.  Kecenderungan orang Korea Utara yang enggan difoto, dan secara tegas memperlihatkan ketidaksukaan itu, sekali lagi memperlihatkan ketertutupan yang menjadi aroma khas di negeri itu.

Dalam pandangan Seno, tak ada kebebasan di Korea Utara, apalagi bagi seniman. Jadi, kita tak bakal melihat kritik tajam yang ditujukan kepada pemerintah oleh para seniman tersebut. Mungkin ada kebebasan bagi mereka, namun hanya kebebasan untuk memuji dan mendukung semua yang dilakukan oleh pemerintah.

Buku ini memberikan gambaran kepada kita kesuraman dan absurditas  Korea Utara.

Tidak ada komentar: